Skip to content Skip to navigation

Ratusan Pustakawan Berkumpul di UPI

Ikatan Sarjana Ilmu Perpustakaan dan Informasi Indonesia (ISIPII), bekerjasama dengan Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia (FPPTI) dan Program Studi Ilmu Perpustakaan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, menggelar Semiloka Kepustakawanan Indonesia 2015 di Kampus UPI Bandung, Rabu (19/8/15).

Semiloka selama tiga hari berturut-turut ini merupakan acara perdana yang rencananya akan dijadikan tradisi tahunan yang diselenggarakan asosiasi-asosiasi pustakawan dan kepustakawanan, serta lembaga-lembaga pendidikan ilmu perpustakaan dan informasi di Indonesia. 

Semiloka terkait pemanfaatan teknologi informasi di dunia pustaka ini dihadiri lebih dari 200 orang pustakawan, mahasiswa, dosen dan pemerhati bidang Ilmu Informasi dan Perpustakaan dari seluruh Indonesia.  Pada semiloka ini juga ada 41 abstrak yang dinyatakan lolos call paper dan dari jumlah tersebut 23 full paper dinyatakan berhak untuk mempresentasikan makalahnya dan dibuat dalam prosiding.

Pustakawan dari RMIT Australia Putu Laxman Pendit, PhD yang menjadi pembicara kunci semiloka ini mengangkat tema “Masyarakat Pembelajar dan Budaya Epistemik”. Dalam paparannya Putu menekankan pentingnya membentuk masyarakat pembelajar yang berbasis pengetahuan dan pentingnya perannya Sarjana Ilmu Informasi dan Perpustakaan berperan di dalamnya. 

"Peran dan tugas Sarjana Ilmu Informasi dan Perpustakaan tidak hanya menghadapi yang tangible,  tetapi yang intangible,  yaitu mendorong dan membangkitkan nilai-nilai pembelajaran seeing terbentuk masyarakat pembelajar," ungkap Putu.

Sementara Presiden ISIPII, Fadli Elnumeri, M.Hum berharap Semiloka Kepustakawanan Indonesia 2015 dapat menggambarkan permasalahan-permasalahan yang dihadapi dalam upaya membangun kepustakawanan Indonesia, serta upaya-upaya perubahan yang dapat dilakukan oleh pustakawan dan pengelola lembaga informasi. 

Ketua FPPTI, Imam Budi menambahkan, sudah  saatnya kalangan kepustakawanan Indonesia bangkit dan beradaptasi dengan perkembangan masyarakat. "Sebenarnya pustakawan dan pengelola lembaga informasi patut bangga sebagai profesional dalam dunia perpustakaan dan informasi sangat dibutuhkan perannya saat ini. Ke depan, pustakawan dan pengelola lembaga informasi harus menjadi profesi yang makin dihargai oleh masyarakat dan penyelenggara negara," ucap Imam. 

Seminar Nasional yang diadakan di hari pertama, diisi pemateri antara lain: Sarah Ziebell (IRO, US Embassy Jakarta); Christel Mahnke (Director of Goethe Institute Library); Ida Fajar Priyanto, Ph.D (Universitas Gajah Mada Yogyakarta); Putu Laxman Pendit, Ph.D (RMIT, Australia); Anastasia Tri Susianti (Universitas Atmajaya Yogyakarta); Dra. Luki Wijayanti, SIP, M.Si. (Universitas Indonesia, Jakarta).

Sumber: http://www.balebandung.com/2015-08-19/ratusan-pustakawan-berkumpul-di-upi

Add new comment

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.
By submitting this form, you accept the Mollom privacy policy.