Skip to content Skip to navigation

Seminar Kepustakawanan : Digital Literacy, Copyright, and Education

Ikatan Sarjana Ilmu Perpustakaan dan Informasi Indonesia (ISIPII) bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional RI menyelenggarakan Seminar Kepustakawanan  dengan tema “Digital Literacy, Copyright, and Education” di Jakarta, (05/09). Kegiatan ini bertujuan untuk mendiseminasikan peran penting perpustakaan dalam mendukung perkembangan literasi digital, hak cipta, dan pendidikan di Indonesia. Selain itu juga untuk melibatkan berbagai pihak dalam kerja perpustakaan untuk perkembangan literasi digital di Indonesia.
 
Narasumber pertama Stephen Wyber, Manager, Policy and Advocacy The International Federation of Library Associations and Institutions (IFLA). Wyber menyatakan bahwa perpustakaan di seluruh dunia perlu berbagi komitmen yang mendalam serta memastikan nilai dan peran perpustakaan. Oleh karena itu perpustakaan perlu memanfaatkan portal web perpustakaan untuk menerima, menampung dan menyeleksi ide dan gagasan konstruktif bahkan tersedia secara online medianya dalam sebuah portal web.
 
Wyber menambahkan bahwa “every librarian an advocate”. Pustakawan harus dapat memastikan akses publik dan melindungi kebebasan mendasar atas informasi. Pustakawan juga perlu ada di depan dalam menentang pembatasan atau menyembunyikan/menutupi akses informasi, penyensoran, pelanggaran atas netralitas internet.
 
Narasumber kedua adalah Woro Titi Haryanti Salikin, Deputi II Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan, Perpustakaan Nasional RI. Woro mengatakan bahwa perpustakaan harus mulai bertransformasi. Transformasi ini diperlukan untuk mendukung program Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang dicanangkan oleh Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB). Transformasi ini dimulai dengan gerak aktif dari perpustakaan. Perpustakaan perlu menjadi pusat pembelajaran bagi komunitas di sekitarnya. Oleh karena itu perpustakaan perlu berkolaborasi dengan pemerintah, institusi pendidikan, sektor swasta, dan juga media massa.
 
Narasumber terakhir adalah Garin Ganis, Ketua Umum Internet Society International Chapter Jakarta (ISOC.ID).
Garin berbicara tentang literasi digital. Literasi digital adalah kemampuan untuk menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk menemukan, mengevaluasi, membuat, dan mengkomunikasikan informasi, yang membutuhkan keterampilan kognitif dan teknis. Literasi digital ini penting bagi pustakawan karena perpustakaan dan pustakawan menjadi garda depan dalam masalah berita hoaks.
 
Materi presentasi dari para narasumber dapat diunduh di s.id/digital-literacy.

Add new comment

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.
By submitting this form, you accept the Mollom privacy policy.