Skip to content Skip to navigation

Record Specialist dan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) di Era Digital

Di dalam suatu profesi, tentunya tidak asing lagi mendengar kata arsip/rekod. Baik itu sifatnya statis ataupun dinamis, arsip sangat dibutuhkan selama suatu instansi atau lembaga itu berdiri. Pengelolaannya yang baik menjadi keharusan bagi para pengolah arsip agar ketika suatu data diperlukan dapat ditemukan dengan cepat dan mudah.

Era globalisasi seperti saat ini, arsip tidak hanya dalam bentuk tercetak, tapi juga dalam bentuk elektronik. Beda bentuk arsip maka beda pula teknik penanganannya. Dan ini menjadi permasalahan sendiri mengenai arsip, sebab banyak hal yang ada di lapangan mengenai manajemen pengelolaan arsip terlihat belum berjalan secara efektif. Baik dari proses masuk arsip, penyimpanan, hingga waktu pemusnahan arsip yang sudah tidak dibutuhkan kembali itu sendiri. Oleh karena itu, dibutuhkan tenaga atau sumber daya manusia yang terampil serta kompetitif yang dapat mengelola arsip dengan baik dan rapi.

Agar kompetensi mengenai pengelolaan arsip menjadi legal dan lebih diakui tingkat profesionalitasnya, maka dibutuhkan suatu bukti keabsahan dalam bentuk sertifikasi. Dengan adanya UU Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003, Peraturan Pemerintah (PP)  Nomor 23 Tahun 2004 tentang Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), dan  PP 31 Tahun 2006 tentang Sistem Pelatihan Kerja Nasional, menunjukkan bahwa semua bentuk profesi termasuk kompetensi pengelola arsip, juga perlu disertifikasi. Terlebih lagi memasuki eranya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), penanganan arsip yang baik menjadi mutlak diperlukan, sebab kedepannya memungkinkan bahwa pengelolaanya tidak hanya arsip mengenai suatu lembaga tersebut saja, tetapi bisa saja mengenai arsip lembaga antar negara di Asia.

Mengenai hal tersebut diatas, maka pentingnya membagi wawasan mengenai pengelolaan arsip agar mencapai tujuan yang diinginkan. Oleh karena itu, Kantor Arsip Universitas Indonesia (UI) bersama organisasi Ikatan Sarjana Ilmu Perpustakaan dan Informasi Indonesia (ISIPII) menyelenggarakan kegiatan Seminar dan Lokakarya Nasional yang bertemakan Kompetensi Profesi Record Specialist Menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN dalam Era Digital. Seminar tersebut diselenggarakan di Jakarta selama dua hari yakni Kamis - Jumat, 28 - 29 Mei 2015.

Seminar ini memberikan tujuan agar adanya pemahaman bersama mengenai kebutuhan atas lembaga atau asosiasi mengakomodasi kompetensi profesi yang berkaitan dengan kearsipan dalam rangka menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN di era digital. Sasaran dari seminar itu sendiri diantaranya adalah terinisiasi kebutuhan adanya status bagi profesi yang berkaitan dengan manajemen rekod (record management) serta membangun jejaring kerjasama profesi yang berkaitan dengan record specialist (pengelola rekod dan arsip). Manfaat yang diberikan kepada peserta diantaranya adalah ;

  • peserta mendapat pemahaman tentang kompetensi yang perlu dimiliki oleh pengelola arsip dan dokumen dalam era digital,

  • peserta mendapat gambaran dalam menyikapi Masyarakat Ekonomi ASEAN dibidang pengelolaan arsip dan rekod di era digital,

  • peserta mengenal mengenai konsep digital curation dalam preservasi digital, dan

  • peserta mendapat informasi terbaru mengenai perkembangan kompetensi di bidang pengelola rekod dan arsip.

Narasumber yang dihadirkan terbagi dalam 2 panel diskusi. Diskusi panel yang pertama mengenai “Regulasi dan pengembangan kompetensi Profesi Record Specialist” yang menghadirkan Pejabat Kementerian Ketenaga Kerjaan Republik Indonesia dan Kepala Arsip Universitas Indonesia. Sedangkan diskusi panel yang kedua mengenai “Kompetensi Profesi Pengelola Dokumen/Rekod dan Arsip Menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN” yang menghadirkan Hani Qonitah, SIP, MA Rec. (Exxon Mobile), Ms. Sarah Ziebell (IRC, Kedubes USA), Martin Cole (Crown Records Management), dan Ir. Abdul Rahman Saleh, M.Sc. Dan dalam seminar ini menghadirkan pembicara yang terdiri dari para pengambil kebijakan berkaitan dengan kompetensi dan profesi record specialist, para pakar record specialist, dan ahli mengenai digital curation dalam preservasi digital, diantaranya adalah Bapak Muhammad Hanif Dhakiri, dari Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia dan Bapak Drs. Mustari Irawan, MPA, sebagai Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia.

Oleh keynote pertama yakni Bapak Muhammad Hanif Dhakiri, beliau menyampaikan gagasan mengenai kebijakan dan strategi pemerintah Republik Indonesia dalam menyambut Masyarakat Ekonomi ASEAN, khususnya pada bidang ketenagakerjaan yang berhubungan langsung dengan hal tersebut. Kebijakan dan strategi ini terkat pula dengan kebutuhan atas pentingnya kompetensi dan sertifikasi profesi untuk melindungi masyarakat Indonesia, khususnya yang berkaitan dengan profesi information specialist agar dapat bersaing dari tenaga kerja negara ASEAN lainnya dan siap bekerja ke negara lain. Hal ini juga terkait dengan usaha pemerintah dalam melindungi sumber daya manusia Indonesia agar tidak mudah diambil alih sumber daya manusia dari negara lain.

Selanjutnya keynote yang kedua yakni Bapak Drs. Mustari Irawan, MPA, beliau menyampaikan gagasan mengenai pentingnya kompetensi pengelola dokumen dan kearsipan yang dibuktikan dalam sertifikasi profesi. Sertifikasi profesi dapat menjadi lisensi profesional seseorang dapat bekerja pada bidang pengelolaan dokumen dan kearsipan serta melindungi sumber daya manusia Indonesia agar tidak mudah diambil alih sumber daya manusia dari negara lain.

Membahas mengenai Kompetensi Profesi Pengelola Dokumen/Rekod dan Arsip Menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN, Hani Qonitah, SIP, MA Rec. dari Exxon Mobile, beliau memberikan penjelasan mengenai kompetensi record specialist di berbagai negara dan lembaga korporasi. Penjelasan berisi kompetensi apa saja yang perlu dimiliki berkaitan dengan profesi record specialist, prosedur yang perlu dilakukan untuk memiliki sertifikat profesi tersebut serta keuntungan yang didapat apabila memiliki sertifikat profesi berkaitan dengan record specialist dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN.

Selanjutnya Ms. Sarah Ziebell dari IRC, Kedubes USA menjelaskan mengenai kompetensi record specialist yang ada di Amerika Serikat serta kemungkinan adaptasi di Indonesia dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN. Selain itu, beliau juga memberikan wawasan mengenai pandangannya terhadap negara-negara di Asia tenggara dalam kesiapan negara-negara tetangga menyambut Masyarakat Ekonomi ASEAN, khususnya yang berkaitan dengan profesi yang berhubungan dengan informasi.

Masih dalam lingkup kompetensi record specialist, Martin Cole (Crown Records Management) memberikan penjelasan mengenai kompetensi record specialist yang dibutuhkan dalam bisnis records management. Penjelasan mencakup keahlian apa saja yang perlu dimiliki record specialist sehingga dapat mendukung kemajuan perusahaan. Selain itu, beliau memberikan pandangan atas kebutuhan perlunya sertifikasi profesi berkaitan dengan record specialist bagi kepentingan perusahaan.

Terakhir, Ir. Abdul Rahman Saleh, M.Sc. memberikan pemaparan mengenai standar-standar yang ada berkaitan dengan pengelolaan dokumen dan arsip baik yang berlaku secara internasional maupun di Indonesia. Selain itu, beliau memberikan penjelasan mengenai hal-hal yang perlu dilakukan dalam pengembangan kompetensi dan sertifikasi profesi pengelola dokumen dan arsip di Indonesia dalam menyambut Masyarakat Ekonomi ASEAN. Serta dapat memberikan gambaran bagaimana cara agar sertifikasi profesi dapat digunakan tidak hanya di Indonesia namun di masyarakat ASEAN.

Acara masih berlanjut hingga hari Jum’at dalam bentuk workshop mengenai Digital Curation yang di moderatori oleh Arie Nugraha. Selanjutnya kegiatan diskusi atau Focus Group Discussion mengenai Kompetensi dan Sertifikasi Profesi Record Specialist yang di pandu oleh Ike Iswari Lawanda. Semua rangkaian acara berlangsung lancar dan ditutup dengan ramah tamah oleh Kepala Kantor Arsip Universitas Indonesia (UI). (Riska Meidiana)

Add new comment

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.
By submitting this form, you accept the Mollom privacy policy.