Skip to content Skip to navigation

Srikandi-Srikandi Dunia Perpustakaan Indonesia

Luwarsih Pringgoadisurjo MA (Direktur ke 2 PDIN -LIPI)

Penulis: Elly Julia Basri, Harkrisyati Kamil dan Utami Hariyadi

Pengantar

Hari Ibu Indonesia, yang dirayakan setiap tanggal 22 Desember secara nasional berbeda dengan peringatan  Hari Ibu di negara lain. Penetapan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu diputuskan dalam Kongres Perempuan Indonesia III pada tahun 1928. Presiden Soekarno menetapkan tanggal 22 Desember  sebagai Hari Ibu melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959, yaitu pada ulang tahun ke 25 Kongres Perempuan Indonesia 1928.

Dengan kata lain, Hari Ibu di Indonesia memperingati semangat wanita Indonesia dalam berjuang untuk berbangsa dan bernegara. Banyak tokoh perempuan Indonesia yang berjuang di berbagai kegiatan memajukan Indonesia, misalnya di bidang pendidikan, di bidang sosial, bidang ekonomi seperti yang dilakukan oleh Ibu Sri Mulyani, Menteri Keuangan Republik Indonesia saat ini, dan termasuk juga para tokoh perempuan di bidang perpustakaan. 

Tulisan singkat ini bertujuan untuk mengenang para tokoh pejuang perempuan Indonesia di bidang perpustakaan, dokumentasi dan informasi (pusdokinfo).  Indonesia memiliki Srikandi-Srikandi perkasa di dunia perpustakaan, yang berjasa dalam membentuk dunia perpustakaan Indonesia diantaranya: 

1.      Perpustakaan Nasional: 

  • Mastini Hardjoprakoso MA (Kepala Perpustakaan Nasional RI pertama)
  • Ibu W.W. Sayangbati Dengah  (Kepala Pusat Jasa Perpustakaan Perpustakaan Nasional RI)

2.      Perpustakaan Khusus: 

  • Ir. Andrini Martono (Kepala Perpustakaan LMK-PLN yang mengembangkan sistem komputerisasi perpustakaan PLN. Menurut keterangan dari Bapak Blasius Sudarsono, Ibu Andrini bersama dengan Dra. Sularti Ismusubroto, staf Biro Koordinsi Kerjasama Ilmiah LIPI,  menulis program komputer untuk menyusun Katalog Induk Majalah Indonesia, yang merupakan terbitan PDIN Tahun 1975).
  • Luwarsih Pringgoadisurjo MA (Direktur ke 2 PDIN -LIPI)
  • Murtini Pendit MSc in Library Service  (Kepala Perpustakaan Idayu pertama. Dibawah kepemimpinan ibu Murtini, Perpustakaan Idayu  berkembang dan terkenal dengan koleksi di bidang  ilmu sosial dan politik. Perpustakaan Idayu pada periode kepemimpinan ibu Murtini adalah tempat para tokoh pejuang nasional Indonesia berkumpul dan berdiskusi)
  • Norahma Sumardi Reksoputra  (Kepala Perpustakaan PKBI)
  • Pauline Sahertian Bakhoven (Kepala Perpustakaan Bibliotheca Bogoriensis —perpustakaan ini beberapa kali berganti nama, pada tahun 2000 bernama Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian (PUSTAKA) yang berlokasi di Bogor)
  • Winarti Partaningrat MA  (Direktur PDIN pertama)

3.   Perpustakaan Perguruan Tinggi

  • Parlinah Moedjono MA (Kepala Perpustakaan Universitas Airlangga selama 2 periode:  1964-1961   dan 1984-1992)
  • Sarah Wirawan MA (Kepala Perpustakaan Universitas Hasanuddin pertama  

4.   Jurusan Ilmu Perpustakaan Universitas Indonesia (JIP-UI):

  • Lili K. Somadikarta (Ketua Jurusan JIP-FSUI)
  • Rusyina Syahrial-Pamuncak

Bisa dikatakan bahwa para Srikandi  perpustakaan  ini berjasa dalam menanamkan tonggak awal pembangunan dan pengembangan perpustakaan di Indonesia. Mereka aktif dalam kegiatan berskala nasional dan di organisasi profesi  IPI (Ikatan Pustakawan Indonesia).  Dalam tulisan ini,  para penulis membatasi tulisan pada tiga tokoh pustakawan perempuan Indonesia. yaitu:

  • Ibu Lily K.Somadikarta: Ketua Jurusan pertama, Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Sastra Universitas Indonesia (JIP-FSUI)
  • Ibu Luwarsih Pringgoadisurjo: Direktur kedua  PDIN-LIPI (Pusat Dokumentasi dan Informasi Nasional. Lembaga Ilmu Pengertahuan Indonesia)
  • Ibu Mastini Harjoprakoso: Kepala Perpustakaan Nasional RI pertama

Salah satu aspek yang menonjol dalam kepribadian ketiga tokoh pustakawan ini adalah semangat nasionalisme dan kegigihan mereka dalam membangun kepustakawanan, baik di tempat kerja mereka masing-masing, maupun berkolaborasi dengan erat dalam membangun pustakawan dan perpustakaan Indonesia.

Sebagai contoh, Ibu Luwarsih Pringgoadisurjo dan Ibu Mastini Harjoprakoso. Saat menjadi dosen tamu di Jurusan Ilmu Perpustakaan Universitas Indonesia (JIP-UI), keduanya memberi peluang kepada mahasiswa untuk praktek kerja di tempat kerja mereka masing-masing.  Kedua tokoh ini  juga mendorong bawahan mereka untuk berkontribusi di JIP-UI sebagai dosen tamu.

Pada taraf awal pengembangan sistem komputer Perpustakaan Nasional, yaitu pengembangan projek Indomarc, Ibu Lily Somadikarta dan  Ibu Luwarsih Pringgoadisujo, mendukung proyek Ibu Mastini Harjoprakoso dengan mengirim tim dari instansi masing-masing.

Add new comment

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.
By submitting this form, you accept the Mollom privacy policy.