Skip to content Skip to navigation

Delegasi INELI-ASEAN Berkunjung ke Jakarta

Jakarta - Presiden Ikatan Sarjana Ilmu Perpustakaan dan Informasi Indonesia (ISIPII), Farli Elnumeri, ikut menghadiri acara Welcome Dinner INELI-ASEAN Mid-Way Meeting di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta (26/04/2017). Acara ini dihadiri oleh Cesar Gilbert Q. Adriano, Director of National Library of the Philippines dan Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Muhammad Syarif Bando beserta jajarannya.
 
Pada kesempatan tersebut, ISIPII mendapatkan informasi baru mengenai adanya program INELI-ASEAN. Farli bersama dengan Project Director INELI-ASEAN, Blesila P. Velasco, melakukan pembicaraan mengenai kemungkinan untuk berkolaborasi dalam program-program yang dilakukan ISIPII baik secara langsung maupun secara daring (digital video conference).
 
Mid-Way Meeting merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan dalam projek INELI-ASEAN. Pada 25-27 April 2017 lalu sebanyak 31 delegasi dari negara-negara ASEAN mengikuti program Mid-Way Meeting yang merupakan kerjasama INELI dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia di bawah Deputi Bidang Sumber Daya Perpustakaan. Mid-Way Meeting ini juga diselenggarakan di Brunei Darussalam. Acara Mid Way Meeting merupakan acara konsolidasi projek perubahan (collaborative project) para inovator INELI-ASEAN yang diselenggarakan di negara masing-masing.
 
Peserta program INELI-ASEAN merupakan pustakawan yang dipilih untuk dapat membuat perubahan secara bersama-sama pada perpustakaan di negara masing-masing.
 
Selain acara makan malam di Perpustakaan Nasional, para delegasi INELI-ASEAN juga melakukan kunjungan ke Gedung Perpustakaan Umum Daerah DKI Jakarta, Cikini dan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Pulogundul, Johar Baru, Jakarta Pusat serta diisi dengan workshop.
 
Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI), Woro Titi Haryanti mengatakan, kunjungan delegasi itu merupakan bagian dari program INELI-ASEAN. "Program ini dalam rangka meningkatkan kerjasama antar anggota ASEAN di bidang pengembangan perpustakaan," katanya seperti dilansir beritajakarta.
 
Sementara Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) DKI Jakarta, Tinia Budiati mengatakan, delegasi yang hadir merupakan tim advance dari INELI-ASEAN. Rencananya, beberapa bulan ke depan mereka akan menggelar konferensi. "Mereka datang untuk meninjau kelayakan Jakarta menggelar konferensi. Selain itu, mereka juga mempelajari perpustakaan di Jakarta untuk diterapkan di negaranya," ujar Tinia.
 
Apa itu INELI?
 
International Network of Emerging Library Innovators (INELI) merupakan sebuah program yang digagas oleh Bill & Melinda Gates Foundation bersama dengan kepala-kepala perpustakaan umum dari hampir seluruh dunia yang ingin mencari solusi untuk menghadapi tantangan dan perubahan lingkungan  yang dialami dan berdampak sangat signifikan bagi perpustakaan umum. Seperti dikatakan oleh Peter Drucker “Bahaya terbesar pada saat turbulensi bukanlah turbulensi itu sendiri; melainkan adalah tindakan yang diambil berdasarkan paradigma lama/logika yang sudah tidak berlaku.”
 
Global Libraries inisitif dari Bill & Melinda Gates Foundation percaya bahwa jalan keluar yang paling efektif untuk memastikan pemimpin perpustakaan umum di masa datang tidak bertindak dengan paradigma lama dan sudah tidak berlaku lagi adalah dengan memfasilitasi mereka dengan berbagai kesempatan untuk saling terhubung satu sama lain dengan mencari ide-ide baru, mencoba hal-hal baru, dan saling belajar satu sama lain.
 
Akhirnya setelah dua tahun, pada tahun 2011 terbentuklah INELI yang didanai oleh Bill & Melinda Gates Foundation. INELI diikuti oleh 19 inovator (pembaharu) dari 17 negara.  Sampai saat ini secara global sudah terdapat 25 inovator dari lebih dari 25 negara dan 7 (tujuh) INELI skala regional (ASEAN, Afrika, Balkan, Oceania (Australia) dan India).
 
INELI untuk wilayah Asia Tenggara pertama kali dikenalkan pada saat Congress of Southeast Asian Librarians (CONSAL) di Bangkok, Juni 2015. INELI-ASEAN merupakan sebuah program yang dilaksanakan oleh Perpustakaan Negara Filipina dengan kerjasama Yayasan Bill & Melinda Gates.
 
Program untuk tiga tahun ini melibatkan negara-negara anggota ASEAN untuk mencari solusi tepat yang akan memungkinkan pemimpin perpustakaan umum memiliki visi bersama untuk pengembangan, integrasi ekonomi, dan politik dan sosial budaya terutama untuk memusatkan dan memperkuat kapasitas perpustakaan umum di wilayah Asia Tenggara. 
 
Penulis: Ade Farida | @ademamoy

Add new comment

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.
By submitting this form, you accept the Mollom privacy policy.