Skip to content Skip to navigation

Pustakawan dan IGF

Indonesia membentuk Indonesia Internet Governance Forum - ID IGF setelah Indonesia menjadi host IGF 2013. Seiring dengan perkembangan waktu dan beberapa dialog nasional IGF yang dilakukan di Indonesia, termasuk perkembangan nasional/ regional IGF di seluruh dunia (ada sekitar 80-an) maka ID IGF juga makin merasa perlu untuk memperbaiki sistem kerjanya. Dokumen sistem kerja ID IGF (draft) bisa dilihat disini: http://igf.id/konsultasi-publik-dokumen-kerja-id-igf/. Silakan berikan masukan agar ID IGF bisa lebih bermakna dan terasa ya. Input bisa diberikan ke Sekretariat ID IGF di sekretariat@igf.id paling lambat 3 Juli 2017.

 

Komunitas Pustakawan merupakan salah satu stake holder dari IGF . Tata Kelola Internet tidak semata membahas isu teknis tetapi juga berbagai hal mulai dari regulasi, kejahatan seksual anak online, privacy, e-commerce dan lain lain.  Keterlibatan Pustakawan dalam IGF berawal dari keikutsertaan beberapa Pustakawan mengikuti Global IGF di Bali pada tahun 2013. Ada teman Pustakawan bertanya , mengapa harus terlibat dalam Tata Kelola Internet? Perubahan tatanan Masyarakat tidak dapat dilepaskan dari keberadaan Teknologi Informasi Komunikasi dan sebagai Pustakawan kita tentunya menyadari hal ini.  Silakan klik tautan berikut https://www.ifla.org/node/7406 untuk memahami pentingnya pustakawan tertarik dan terlibat dalam tata kelola internet.

 

Susunan Anggota Multistakeholder Advisory Group (MAG), Indonesia Internet Governance Forum (ID-IGF) masa bakti mulai per 2016 adalah sebagai berikut (urut abjad):

Academia*:

  1. Ashwin Sasongko Sastrosubroto (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia)
  2. Mudjiono (Universitas Budi Luhur)
  3. Sinta Dewi Rosadi (Universitas Padjajaran)
  4. Teddy Mantoro (Universitas Sampoerna)
  5. Yudho Giri Sucahyo (Universitas Indonesia)

Business Sector*:

  1. Aulia Marinto (Indonesia e-Commerce Association)
  2. Hendarwin Saputra (Masyarakat Telematika)
  3. Henri K. Soemartono (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia)
  4. Merza Fachys (Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia)
  5. -tba-

Civil Society Organization*:

  1. Arfi Bambani (Aliansi Jurnalis Independen)
  2. Asep Komarudin (Lembaga Bantuan Hukum Pers)
  3. Dhyta Caturani (Purple Code)
  4. Harkrisyati Kamil (Komunitas Pustakawan)
  5. Yossy Suparyo (Gerakan Desa Membangun)

Government*:

  1. Ananto Kusuma Seta (Kementerian Pendidikan dan Kebudayan
  2. Arko Hananto Budiadi (Kementerian Luar Negeri) – CHAIR
  3. Gati Gayatri (Kementerian Komunikasi dan Informatika)
  4. Hammam Riza (Badan Pengakjian dan Penerapan Teknologi)
  5. Mariam F. Barata (Kementerian Komunikasi dan Informatika)

Technical Community*:

  1. Andi Budimansyah (Pengelola Nama Domain Indonesia)
  2. Benyamin Naibaho (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia)
  3. Garin Ganis (Internet Society – Indonesia)
  4. Irwin Day (Federasi Teknologi Informasi Indonesia)
  5. Jamalul Izza (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia)

*) Catatan: Anggota MAG ID-IGF adalah mereka yang diusulkan dan disepakati mewakili suara pengampu kepentingan (stakeholder-nya) secara profesional dan proporsional, tidak terbatas hanya pada kepentingan institusi tempatnya bekerja. Setiap anggota MAG ID-IGF bekerja secara sukarela dalam membangun tata kelola Internet Indonesia berdasarkan kompetensi masing-masing dengan rentang masa bakti yang dibatasi. Adapun penyebutan nama institusi di belakang nama individu/pribadi yang bersangkutan, hanya bertujuan untuk mempermudah identifikasi dan proses administrasi saja.

ISIPII menyatakan komitmentnya bergerak dalam  IGF dan  dengan keterbatasannya dan telah melakukan beberapa kegiatan, diantaranya Pengembangan Repositori dan Depositori Pengetahuan Indonesia Melalui Akses Internet Publik, Urun Rembug Pustakawan Dalam Tata Kelola Internet di Indonesia, Public Lecture: Digital Journalist Literacy and Combating Fake News yang dapat dibaca di situs ISIPII ( https://www.isipii.org/)

Usia IGF ID masih terbilang muda tetapi keberhasilannya sebagai tuan rumah IGF di Bali mendapatkan banyak pujian juga prestasi terakhir misalnya memperoleh 4 penghargaan dalam WSIS Prize 2017. Dalam rangka meningkatkan perannya, IGF ID menerbitkan dokumen kerja yang diharapkan dapat diritisi dan memperoleh masukan dari publik. Dokumen data diunduh di  http://igf.id/konsultasi-publik-dokumen-kerja-id-igf/. Amat diharapkan Pustakawan Indonesia bersedia memberikan masukan dan jangan lupa bahwa kerja-kerja Pustakawan di era dijital goes beyond books.

Harkrisyati Kamil & Shita Laksmi

Add new comment

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.
By submitting this form, you accept the Mollom privacy policy.