Skip to content Skip to navigation

Knowledge Sharing : Keterlibatan Pustakawan dalam Konferensi Internasional

Perpustakaan dan kepustakawanan di Indonesia salah satunya tumbuh dengan terjalinnya jejaring dan kesempatan pengembangan diri pustakawan melalui keterlibatan dalam kegiatan internasional. Pengalaman mengikuti konferensi menghasilkan inspirasi yang berguna untuk kemajuan perpustakaan dan institusi tempatnya bernaung. Iklim ilmiah yang lebih luas manfaatnya terbangun dalam usaha pembuatan makalah di tingkat internasional.
 
Peran serta perpustakaan dalam pencapaian Tujuan Pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals) Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 2030 lebih mudah untuk dimulai bersama dengan terbukanya hubungan dalam kegiatan internasional. Berbagi pengetahuan dalam hal pengalaman mengikuti konferensi dan menembus presentasi makalah tingkat internasional merupakan cara yang efektif dan efisien untuk menangkap manfaat dari kesempatan berharga tersebut.
 
Berangkat dari hal tersebut, Ikatan Sarjana Ilmu Perpustakaan dan Informasi Indonesia (ISIPII) bekerjasama dengan Forum Perpustakaan Khusus Indonesia (FPK-I) dan The Japan Foundation mengadakan diskusi dalam format sharing knowledge dengan tema “Keterlibatan Pustakawan dalam Konferensi Internasional”. Kegiatan ini dilaksanakan hari Rabu, 5 April 2017 di Perpustakaan The Japan Foundation, Gedung Summitmas Lantai 2, Jakarta. Kegiatan yang dimoderatori oleh Farli Elnumeri menghadirkan 5 orang narasumber, yaitu Irhamni Ali, Vivit Wardah, Hariyah, Sumarni, dan Sushanty C. Kegiatan ini diawali sambutan dari Asisten Direktur The Japan Foundation Jakarta – Mrs. Mari Hiruta, dan Wakil ketua FPK-I – Eka Meifrina Suminarsih.
 
Vivit Wardah mengawali sesi ini dengan menyampaikan berbagai hal teknis baik dari sisi penulisan maupun hal-hal yang bersifat administratif. Menurutnya, sangat penting untuk memerhatikan informasi detil serta kontak panitia konferensi. Paparan ini dilengkapi oleh Irhamni Ali mengenai berbagai trik agar makalah ilmiah dapat lolos ke konferensi internasional serta mendapatkan dukungan dari instansi induk.
 
Hariyah dan Sumarni banyak memaparkan mengenai motivasi dalam mengembangkan kemampuan menulis. Menurut mereka, pustakawan harus mampu menulis agar dengan itu mampu pula membantu pemustaka dalam memberikan layanan, khususnya layanan referens. Paparan narasumber dilengkapi oleh Sushanty C. yang banyak mendapatkan pengetahuan dan penerapannya dalam pengembangan perpustakaan. Kegiatan ini ditutup dengan permainan Biblio Battle sebagai bagian dari layanan promosi perpustakaan. Permainan ini dapat mendorong pemustaka untuk memaparkan buku yang dibacanya dan mendapatkan penilaian dari pemustaka lainnya.
 
Dalam diskusi kali ini, ada beberapa rekomendasi yang sekiranya dapat menjadi perhatian bersama bagi pemangku kebijakan, yaitu:
 

1.   Adanya nilai lebih untuk para pustakawan yang berhasil artikel ilmiahnya masuk dalam konferensi internasional dan jurnal internasional. Dengan demikian, pustakawan akan lebih banyak tergerak menulis dan memaparkannya dalam konfeerensi internasional atau memasukan dalam jurnal internasional.

2.   ISIPII memiliki kolom Tanya jawab, sehingga membantu pustakawan yang memiliki kesulitan dalam menjalankan tugas-tugasnya, misalkan dalam menulis artikel ilmiah, atau hal teknis lainnya.

3.   Journal of Documentation dan Information Services (JoDIS) untuk disosialisasikan lebih intens agar dapat mendorong pustakawan menuliskan artikel ilmiahnya.

4.   Adanya forum internasional secara reguler yang diselenggarakan di Indonesia.

Adapun artikel yang disampaikan nara sumber dapat diakses di http://bit.ly/2p0ghpB

Tambahan presentasi dari Sushanty C. dari Japan Foundation http://bit.ly/2oSVet6

Serta presentasi berjudul "Librarians Do Research Too!" http://bit.ly/2olowik

 

Add new comment

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.
By submitting this form, you accept the Mollom privacy policy.