Skip to content Skip to navigation

Pustakawan dan SDGs

Oleh : Harkrisyati Kamil
 
Libraries and access to information are key to achieving the United Nations 2030 Agenda for Sustainable Development and the Sustainable Development Goals (SDGs).
 
Tanpa terasa kita akan memasuki tahun 2017, tentunya dengan harapan sektor Perpustakaan dan Kepustakawanan Indonesia akan jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Tantangan besar bagi Pustakawan Indonesia untuk memastikan bahwa Pustakawan mampu menjawab perubahan yang sedang bergulir dalam segala sektor.
 
Katalogisasi & Klasifikasi, Manajemen Koleksi, Promosi Perpustakaan, Pengembangan Minat baca  dan lainnya adalah ‘core business’ Perpustakaan dan kompetensi ini  harus dikuasai oleh semua orang yang menganggap dirinya Pustakawan. Seiring dengan perkembangan teknologi Informasi dan komunikasi, Pustakawan dituntut untuk meningkatkan kompetensi dan kinerjanya seiring dengan perubahan, dengan kata lain dunia kerja Pustakawan tidak semata berkutat dengan urusan mengelola buku, minat baca  tetapi juga bergerak dalam isu-isu strategis. Banyak orang skeptis  tentang peran Perpustakaan sebagai jantung pengetahuan dan kebudayaan, padahal kenyataannya Perpustakaan dengan membuka akses informasi akan mampu menjadi mitra pemerintah dalam mewujudkan Masyarakat yang cerdas, sejahtera, sehat dan bermartabat.
 
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals-SDGs) merupakan program Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) yang diluncurkan pada bulan September 2015  dan lebih dikenal sebagai Agenda PBB 2030 : Tujuan Pengembangan Berkelanjutan. Dalam penyusunannya, The International Federation of Library Associations and Institutions (IFLA) aktif melakukan advokasi agar Perpustakaan dilibatkan dalam proses terwujudnya program tersebut. Alasan paling mendasar adalah kemampuan dan modal yang dimiliki oleh Perpustakaan yang mencakup pentingnya akses Informasi, teknologi Informasi dan komunikasi dan budaya Literasi yang universal dan semuanya ini tercantum dalam Agenda PBB 2030.
 
Dengan kata lain gerak dan langkah Perpustakaan dan Kepustakawanan pun harus segera menyesuaikan dengan perkembangan tersebut. Informasi terkait Perpustakaan dan Tujuan Pengembangan Berkelanjutan dapat dibaca di situs IFLA. Jelas dikemukakan di sini bahwa keterlibatan Perpustakaan dan Pustakawan dalam mendukung implementasi SDGs di negaranya tentu berdasarkan arahan Perpustakaan Nasional dengan duduk dan bergerak bersama, bukan berjalan sendiri dalam melaksanakan SDGs.
 
Dalam usahanya menyebarluaskan pemahaman pentingnya Perpustakaan dan Pustakawan mendukung SDGs, IFLA menyelenggarakan lokakarya. Beberapa waktu lalu, Indonesia diwakili oleh Ibu Sri Sumekar (Perpustakaan Nasional) dan Ibu Utami Haryadi (Ikatan Pustakawan Indonesia) menghadiri Lokarya Regional Asia-Oseania Tentang Program Advokasi Tujuan Pengembangan Berkelanjutan di Singapura. Tujuan penyelenggaraan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman pekerja perpustakaan tentang peran dan dukungan Perpustakaan dalam menerapkan Agenda PBB 2030. Tentunya pertemuan ini membekali peserta dengan kemampuan melakukan advokasi baik di tingkat lokal, nasional, maupun regional. Berita IFLA terbaru, menyatakan bahwa 50 negara telah menandatangani kesepakatan Perpustakaan akan terlibat dalam Pembangunan Nasional dinegaranya masing-masing, di Indonesia kita mengenalnya sebagai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
 
Asia Oceania Regional Workshop, Singapore, 31 October - 1 November 2016. (IFLA)
 
Sementara menunggu tindak lanjut dari lokakarya ini, tidak ada salahnya Pustakawan Indonesia mulai menyimak dengan baik materi terkait Tujuan Pengembangan Berkelanjutan yang tersedia di situs IFLA. Setidaknya dengan memahami isu ini, Pustakawan Indonesia tidak merasa gamang pada saat diluncurkannya implementasi program ini di Indonesia. Dua publikasi berikut ini patut dibaca dan diunduh  “How libraries contribute to sustainable development & the SDGs”  di http://www.ifla.org/files/assets/alp/103-fbradley-alp.pdf dan “Access And Opportunity For All: How libraries contribute to the United Nations 2030 Agenda” di  http://www.ifla.org/publications/node/10546.
 
Mari kita pastikan bersama bahwa Pustakawan Indonesia menyongsong 2017 dengan semangat untuk melakukan perubahan demi kemaslahatan bangsa Indonesia.

Add new comment

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.
By submitting this form, you accept the Mollom privacy policy.