Skip to content Skip to navigation

Kuliah Tamu “Fondasi Keilmuan dan Metodologi Penelitian di Bidang Perpustakaan dan Ilmu Informasi"

Malang - Program Studi Perpustakaan dan Ilmu Informasi Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya menghelat Kuliah Tamu bertajuk “Fondasi Keilmuan dan Metodologi Penelitian di Bidang Perpustakaan dan Ilmu Informasi.” Kegiatan yang diselenggarakan bertempat Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya, Malang (5/3).
 
Sebagai narasumber adalah Putu Laxman Pendit yang merupakan Peneliti dan Dosen Royal Melbourne Information Technology (RMIT) University Australia, dengan peserta Dosen, Mahasiswa, serta Alumni Program Studi Perpustakaan dan Ilmu Informasi Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya.
 
Ratih Nur Pratiwi, selaku Ketua Program Studi Perpustakaan dan Ilmu Informasi Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya yang  mengatakan dalam sambutan beliau, bahwa kuliah tamu ini bertujuan untuk memberikan gambaran dan mindset tentang Perpustakaan dan Ilmu Informasi sebagai landasan yang profesional dan mendalam.
 
Kemudian setelahnya sambutan dari Andy Fefta Wijaya selaku Ketua Jurusan Administrasi Publik Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya, yang berbicara mengenai betapa pentingnya kuliah tamu ini. Diharapkan dengan adanya kuliah tamu ini, dapat memberikan pencerahan kepada mahasiswa sehingga dapat memaksimalkan ilmu yang diberikan oleh narasumber.
 
Sambutan berikutnya diberikan oleh Dekan Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya, yaitu Bambang Supriyono. Beliau menyambut hangat narasumber yaitu Putu Laxman Pendit yang bersedia datang membagi ilmunya mengenai Perpustakaan dan Ilmu Informasi. Sebelumnya beliau berterimakasih atas dedikasi semua sivitas akademik yang telah sukarela membesarkan Program Studi Perpustakaan dan Ilmu Informasi Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya.
 
Bertindak sebagai moderator, Dosen Program Studi Perpustakaan dan Ilmu Informasi yaitu Siswidiyanto yang menyampaikan bahwa tema kuliah tamu ini sangat bagus dan mendasar. Mengingat lembaga perpustakaan dan dokumenter lainnya sekarang ini mengalami perkembangan pesat, terutama Perpustakaan dan Ilmu Informasi yang multi-disiplin dan mengkaji bidang lain. Maka dari itu, mahasiswa bisa mendapatkan pencerahan agar fondasi tentang metodologi riset semakin mengakar. Siswidiyanto juga menambahkan bahwa disertasi Putu Laxman Pendit mengkaji perpustakaan dan teknologi informasi dalam kaitannya dengan layanan publik.
 
Putu Laxman Pendit mengutarakan bahwa ini kali kedua beliau mengisi acara di Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang. Setelah sebelumnya beliau menjadi salah satu narasumber utama pada acara Seminar Internasional dengan tema The Roles of Archives & Libraries in Nation Building: An Information Governance Perspective tahun 2017. Walaupun bukan kali ini saja beliau mengunjungi Kota Malang. Beliau mengaku sangat menyukai Kota Malang terutama, sego pecel.
 
Putu Laxman Pendit mengambil contoh mengenai sego pecel. Beliau bertanya kepada beberapa mahsiswa yang hadir di kuliah tamu ini. Siapa yang tidak tahu tentang sego pecel? Maupun menyukai sego pecel? Tetapi dapatkah mendefinisikan tentang sego pecel itu sendiri. Berawal dari apa itu sego pecel? Ini adalah ontologi yang berarti pertanyaan tentang apa yang akan diteliti? Kenapa kita bisa menjelaskan tentang sego pecel? Siapa kita? Ini adalah Epistemologi, yakni kedudukan peneliti. Pertanyaan yang menjawab tentang “bagaimana kita bisa tahu?”
 
Sebuah pengetahuan yang kita miliki, tidak akan ada makna jika kita tidak bisa menyampaikan dengan bahasa dan keyakinan penuh. Jika ada seseorang yang menyampaikannya dengan keyakinan yang penuh, maka seseorang tersebut dikatakan memiliki pengetahuan yang baik. Menjelaskan apa yang kita pahami dengan baik, menyampaikan sesuatu yang kita pahami, ciri bahwa seseorang memiliki pengetahuan yang baik.
 
Metodologi merupakan langkah-langkah untuk membuktikan sesuatu atau hal secara sistematis. Aksiologi adalah untuk apa pengetahuan atau hasil riset tersebut, makna dari tindakan yang dilakukan. Epistemologi, ontologi, metodologi, makna dan praktik, serta aplikasinya yang cukup sederhana, yakni didasari oleh rasa ingin tahu.  Kita dapat membangun keingintahuan setiap hari. Rasa ingin tahu ada pada diri setiap orang, menjadi misi kehidupan, kenapa, mengapa, pertanyaan yang wajar, manusiawi. Kenapa pengetahuan harus disistematisir. Tidak ada pengetahuan, ketika tak ada rasa ingin tahu. Epistemologi, ontologi, ada pula kehidupan sehari-hari ungkap salah satu dewan pembina Ikatan Sarjana Ilmu Perpustakaan dan Informasi Indonesia (ISIPII) yang produktif menulis ini.
 
Rekaman video kuliah tamu ini dapat dilihat di bawah ini:
 
Sumber: FIA UB
Ilustrasi: Flickr

Add new comment

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.
By submitting this form, you accept the Mollom privacy policy.